Selasa, 26 Mei 2009

Berhenti Sejenak untuk Kembali Nol


Selanjutnya, Mari kita Latihan menge-NOL-kan diri :
Saya tidak bermaksud membuat Anda pusing berfilosofi dan mungkin hal ini akan semakin membuat Anda stres. Kembali pada tujuan esensial dari tujuan-tujuan artikel di blog ini adalah :”membawa Anda kepada keadaan rileks secara holistik”, oleh karena kini, saya mengajak Anda untuk mengalami apa yang disebut ultimate experience of relaxation melalui proses peleburan diri , sebagai berikut :

Sebelum mulai latihan peleburan diri, sebaiknya kita mulai dengan relaksasi tubuh, pikiran dan emosi, kemudian kita lanjutkan dengan proses sambung (on-line process) kepada ALLAH dan diteruskan dengan proses pengembalian wujud. Setelah itu Anda dapat ikuti langkah-langkah berikut :

• Satukan diri dengan ALAM SEMESTA, yaitu lihat, pikirkan, rasakan dan sadari bahwa tubuh kita adalah bagian dari ALAM SEMESTA, lihat, pikirkan, rasakan dan sadari bahwa tubuh kita “SATU” ke-“SATU”-an dengan ALAM SEMESTA, jangan dilihat, dipikirkan dan disadari sebagai suatu yang terpisah. Karena diri atau Aku “SATU” dengan gunung, sungai, laut, udara, bumi, bulan, matahari, tata-surya, galaksi, cluster-cluster, Aku “SATU” dengan seluruh SEMESTA ALAM. “ SATU “. Badan-Ku adalah ALAM SEMESTA. Sadari bahwa : “Aku Tiada (NOL), Yang Ada Alam Semesta Semata”.
• Sadari Roh atau Aku Universal, bahwa : jiwa, roh atau Aku yang ada dalam tubuh ini adalah bagian dari jiwa, roh atau Aku Universal. Jiwa, roh, atau Aku semua manusia adalah “SATU”. Hilangkan kesadaran individualitas yang terbatasi badan, sebisa mungkin leburkan jiw, roh, Aku individual ini ke dalam jiwa, roh atau Aku Universal. Jiwa individual atau Aku tidak tidak ada lagi, yang ada hanyalah jiwa, roh atau Aku yang “SATU” – yaitu jiwa, roh, Aku Universal. Jiwa-Ku adalah Jiwa Universal, roh-Ku adalah roh Universal, Aku adalah Aku Universal. Sadari bahwa : “Aku Tidak Ada (NOL), Yang Ada KESADARAN TUNGGAL UNIVERSAL”
• Masuk kedalam Gerak Universal, pikirkan, rasakan dan sadari GERAK yang kita alami mulai dari bertemunya sperma dan ovum kedua orang tua kita, kemudian berpadu, memecah secara beruntun, menjadi janin, kemudian lahir, tumbuh menjadi anak-anak, remaja, dewasa dan mati. Perhatikan juga GERAK semacam ini pada tumbuhan dan hewan, mengalami gerak yang sama. Renungkan juga evolusi benda-benda semesta lainnya, selalu mengikuti sebuah GERAK, mulai-tumbuh/ dewasa, mati. Lihatlah bahwa seluruh ALAM SEMESTA diliputi oleh “SATU” GERAK yang sama. Baik diri kita maupun seluruh ALAM SEMESTA diliputi oleh “SATU” GERAK UNIVERSAL. Sadari bahwa : “AKU Tidak ADA, Yang ADA GERAK TUNGGAL SEJATI UNIVERSAL”.
• Lebur kedalam HIDUP Universal, semua berGERAK baik tubuh kita, jiwa kita, dan ALAM SEMESTA. Berarti segala sesuatu dijalini oleh HIDUP. Dalam tubuh-Ku ada HIDUP, dalam jiwa-Ku ada HIDUP. Begitu juga ALAM SEMESTA dijalini HIDUP, Roh Universal dijalini HIDUP. Sadarilah bahwa : semua dijalini oleh”HIDUP” yang “SATU”. Leburkanlah HIDUP yang ada dalam diri dengan HIDUP yang ada ALAM SEMESTA, sehingga hanya kita sadari hanya ada “SATU HIDUP”. Aku Tidak ADA (NOL), Alam Semesta Tiada (NOL), GERAK Tiada (NOL), KESADARAN UNIVERSAL TIADA, Yang ADA semata-mata adalah HIDUP.
• Menyadari “Sang Diri” : DZAT, Realitas Sejati, Yang Mutlak. Dengan kesadaran HIDUP yang telah dicapai pada langkah 4 diatas, kita sadari bahwa HIDUP punya Sumber, Asal, Pembangkit, Oknum, Personal atau DIRI itulah SANG AKU.
• Semua TIDAK ADA, Aku Tidak ADA, Alam Semesta Tidak ADA, Kesadaran Universal Tidak ADA, GERAK Tidak ADA, HIDUP pun Tidak ADA : YANG ADA HANYALAH SANG ADA itu SENDIRI, SANG DIRI, SANG OKNUM Hakikat dari segala sesuatu, REALITAS MUTLAK : DZAT segala sesuatu.
• TIADA Segala Sesuatu Yang ADA selain ADA itu Sendiri……………………………

Kamis, 21 Mei 2009

Tergelarnya ALAM SEMESTA : Obat Kegundahan Sang Diri


Sebelum ada apa-apa : ruang-waktu dan kosong belum ada, Yang ADA terlebih dahulu adalah SANG DIRI. Keadaan : “segala penuh ADA yang tak terbatas” atau “kekosongan yang berisi ADA “. Hadits Qudsi menamai-NYA dengan KANZI MAKHFI, yang berarti “Perbendaharaan Tersembunyi”. Dalam Alkitab (Kejadian 1 :1-2) dilukiskan dengan ungkapan “Pada mulanya, dunia belum berbentuk dan kosong”. Sementara Tradisi Buddha menyebutnya dengan istilah SUNYATA, yang berarti “Kosong Berisi” dan kaum Taois mengistilahkannya dengan kata “WU-CHI” – Kehampaan Tanpa Batas, dalam Tao The Ching, I dijelaskan “Hal yang tidak bernama adalah permulaan dari langit dan bumi”. Dalam Fisika Kuantum keadaan yang demikian ini disebut dengan Hampa Kuantum. Tidak ada materi, tidak ada ruang, tidak ada waktu, melainkan sesuatu yang tidak dapat didefinisikan.

Dalam Keadaan demikian, tidak ada yang dapat diketahui dan dikatakan tentang SANG DIRI. Seperti dijelaskan dalam Kitab Suci Zen :”Mengatakan bahwa IA ada, itu salah. Mengatakan bahwa ia tidak ada, juga salah. Hal yang baik adalah tidak mengatakan apapun mengenai-NYA”. Yaitu Format Tak Terdifiniskan dalam kamus Matematika.

Dalam keadaan ini, segala aspek dari SANG DIRI adalah masih berupa sebuah Potensialitas atau Perbendaharaan Tersembunyi.

SANG DIRI sebagai PIHAK PERTAMA dengan menyebut DIRI-NYA sebagai AKU adalah masih berupa Perbendaharaan Tersembunyi kemudian mengalami kegundahan dalam DIRI-NYA : ingin atau Cinta untuk dikenali. SANG DIRI berKEHENDAK untuk menampilkan DIRI-NYA tidak hanya sebagai DIRI ESOTERIK semata-mata akan tetapi juga menampilkan aspek-aspek-Nya secara Eksoterik, menampakkan eksoterika Karakter-Karakter-NYA melalui Perbuatan-Perbuatan-NYA. Maka Sang DIRI pun mengembuskan aliran Cinta-NYA dan tergelarlah ALAM SEMESTA.

KUN : Semuanya bermula dari Sabda

Untuk mengeksoterikkan POTENSIALITAS-NYA yang Tersembunyi, kemudian ber Sabdalah Sang Diri : Kun pada Potensialitas-NYA yang masih satu dalam ketersembunyian bersama Diri Esoterik-NYA, maka Fayakun : terjadilah ALAM SEMESTA yang memanifestasikan segala dalam bentuk Eksoterika Karakter-Karakter-NYA serta Perbuatan-Perbuatan-NYA. Potensialitas yang bersifat tak terdefinisikan menjadi aktualisasi yang terdefinisikan.

Sabda KUN sebagai bentuk operasionalisasi KEHENDAK dari SANG DIRI atau SANG AKU untuk proses pengaktualisasian segala Potensialitas-NYA. Dengan proses ini terpancarlah Energi atau KUASA dari SANG DIRI. Melalui KUN, segala potensialitas bertransformasi menjadi sesuatu yang actual, sesuatu yang dapat dikenali.

Sesuai dengan prinsip mekanika kuantum, bahwa setiap energi dipancarkan dalam bentuk paket-paket energi yang diangkut oleh partikel jenis tertentu. Misalkan : pancaran energi elektromagnetis dipancarkan dalam bentuk paket-paket energi yang diangkut oleh partikel foton, energi gravitasi dipancarkan dalam bentuk paket-paket energi yang diangkut oleh graviton. Analog dengan elektromagnetis dan foton atau gravitasi yang dibawa oleh graviton, maka Energi/ KUASA SANG DIRI pun semestinya diradiasikan dalam bentuk paket-paket energi. Menurut Ronggowarsio : “Radiasi Energi/ Kuasa Sang Diri (SANG AKU) dipancarkan sebagai gelombang HAYU atau HIDUP dan diangkut dalam bentuk paket-paket energi (partikel) yang bernama NUR. Pada tahapan ini seluruh keberadaan hanya dipenuhi semata-mata olehnya. NUR adalah bahan baku dari segala ALAM SEMESTA ; baik ALAM SEMESTA FISIKA, ALAM SEMESTA METAFISIKA maupun MEDAN “Ke-RUH-an”.

Kaum Taois mempunyai pandangan yang pararel dengan konsep dari Ronggowarsito ini, seperti yang diungkapkan dalam sebuah sairnya : “Pada ukurannya yang paling besar, Tao itu tidak terbatas; pada ukurannya yang paling kecil, tidak ada yang sedemikian kecilnya sehingga tidak dapat dihuni oleh Tao. Begitulah segala sesuatu yang jumlahnya tak terhingga muncul. Tao sedemikian besarnya sehingga mencakup segala sesuatu. Dalam seperti samudra, Tao tidak dapat diukur.(Yutang 1948, 187)”.

Selanjutnya dijelaskan, bahwa seiring dengan berjalannya waktu, Tao tersebut mewujud menjadi tiga macam : Tao Langit, Tao Bumi, dan Tao Manusia.

Berdasarkan konsep fisika kuantum, saya memandang bahwa : Tao Langit tidak lain adalah Energi/ Partikel Fundamental Metafisika sebagai bahan dasar alam Metafisika (Ghaib), Tao bumi adalah Energi/ Partikel Fundamental Fisika sebagai penyusun alam Fisika (Syahadah) dan Tao Manusia adalah Energi/ Partikel Fundamental penyusun Medan ke-“Ruh” an atau Roh Universal.

Kembali ke Konsep Dasar Lagi,
Untuk memudahkan pemahaman saja, hubungan antara SANG DIRI atau DZAT dengan HIDUP (HAYU) dan NUR dapat dianalogkan dengan hubungan antara Matahari, Energi/ gelombang elektromagnetik yang dipancarkannya dan cahaya matahari. Sang Diri adalah Mataharinya, Energi HIDUP atau HAYU adalah Energi/ gelombang elektromagnetiknya dan NUR adalah cahaya mataharinya. Cahaya matahari menunjukkan tentang adanya matahari, tetapi cahayanya itu sendiri sebenarnya bukanlah matahari itu sendiri, demikian juga dengan Nur ‘Aini menunjukkan tentang adanya Sang Diri, tetapi Nur ‘Aini itu sendiri sebenarnya bukanlah Sang Diri. Cahaya matahari adalah petunjuk untuk mengenal adanya matahari, demikian juga NUR adalah petunjuk untuk mengenal ADA-NYA SANG DIRI atau DZAT.

Energi HIDUP yang terpancarkan dalam bentuk NUR pada tahap selanjutnya akan mengalami apa yang dinamakan oleh Weinberg-Salam dengan fenomena “runtuh simetri spontan (spontaneus symmetri breaking)” atau dalam bahasa sufinya disebut dengan Tajjali. Arti “runtuh simetri spontan (spontaneus symmetri breaking)” adalah bahwa gaya/ bentuk energi akan tampak berbeda pada tingkat yang energi rendah, sementara pada tingkat energi yang lebih tinggi pada dasarnya gaya-gaya yang tampak berbeda itu sama. Gaya HIDUP sebagai bentuk Energi SANG DIRI yang diangkut oleh partikel NUR akan mengalami “runtuh simetri spontan” menjadi tiga penampakan yaitu : yang pertama : Medan ke-“ruh”-an atau Roh Universal, yang kedua Energi Fundamental Metafisika dan yang ketiga : Energi Fundamental Fisika.

Roh Universal tetap tersimpan sebagai misteri sampai tiba saatnya Sang Diri menciptakan manusia. Energi Fundamental Metafisika membentuk ALAM SEMESTA METAFISIKA sedangkan Energi Fundamental Fisika membentuk ALAM SEMESTA FISIKA.

ALAM SEMESTA METAFISIKA

Energi Fundamental Metafisika selanjutnya mengalami “runtuh simetri spontan” menjadi Energi Metafisika Positif dan Energi Metafisika Negatif. Selanjutnya, sesuai dengan azas mekanikan kuantum maka kedua bentuk Energi Metafisika tersebut bergerak sebagai gelombang dalam bentuk paket-paket energi (partikel), dimana Energi Metafisika Positif dalam bentuk apa yang disebut dengan Malaikat sedangkan Energi Metafisika Negatif dalam bentuk apa yang disebut dengan Iblis.

Baik Malaikat maupun Iblis mengaktualisasikan potensialitas Sifat-Sifat SANG DIRI secara spesifik. Malaikat mengaktualisasikan sifat-sifat positif sedangkan Iblis mengaktulisasikan sifat-sifat negatif.

Malaikat Jibril mengaktualisasikan Sifat BerKEHENDAK, Malaikat Mikail mengaktualisasikan Sifat MENGATUR/ MEMELIHARA, Malaikat Izroil mengaktualisasikan Sifat MEMATIKAN, Malaikat Isrofil mengaktualisasikan Sifat MENGHIDUPKAN dan seterusnya. Sedangkan Iblis mengaktualisasikan Sifat MENYESATKAN.


ALAM SEMESTA FISIKA
SANG DIRI terus BerKEHENDAK, memancarkan KUASA-NYA untuk mengungkapkan Potensialitas KARAKTER-KARAKTER-NYA.

Maka berbuatlah DZAT :
Sehingga, Energi Fundamental Fisika dipancarkan dalam bentuk gelombang Fundamental Fisika berupa diskrit-diskrit energi : Partikel Fundamental Fisika.

Sebelum terjadi Dentuman Besar (Big Bang), ALAM SEMESTA FISIKA hanya mengandung satu Gaya dan satu Partikel Fundamental Fisika saja. Partikel Fundamental Fisika tidak berupa titik melainkan tali-tali super kecil (super strings). Tali-tali ini sedemikian reniknya sehingga bila 1033 tali dijajarkan, panjangnya hanya satu sentimeter saja. Akibat interaksi tertentu antar super string tersebut maka terjadilah Dentuman Besar. Pada saat awal Dentuman Besar tingkat energi ALAM SEMESTA masih sangat tinggi ( > 10^19 eV).

Beberapa saat setelah Dentuman Besar, tingkat energi semakin menurun sampai 10^19 eV, sehingga Gaya Fundamental Fisika selanjutnya mengalami “runtuh simetri spontan” menjadi Gaya Gravitasi dan Gaya Tunggal (GUT). Pada tingkat energi 10^15 eV Gaya Tunggal (GUT) mengalami “runtuh simetri spontan” menjadi Gaya Kuat dan Gaya Elektro lemah. Selanjutnya dengan menurunnya tingkat energi sampai level 10^2 eV : Gaya Elektro lemah mengalami “runtuh simetri spontan” menjadi Gaya Lemah dan Gaya Elektromagnetik. Dengan demikian ALAM SEMESTA FISIKA memiliki empat (4) macam gaya dasar : Gravitasi, Gaya Elektromagnetik, Gaya Lemah dan Gaya Kuat. Partikel Fundamental Fisika sebagai pembawa Gaya Fundamental Fisika juga mengalami evolusi menjadi dua kategori : sebagai partikel pembawa gaya (boson) dan sebagai partikel penyusun materi (fermion). Partikel-partikel pembawa gaya yaitu : graviton pembawa gravitasi, foton pembawa elektromagnetik, gluon pembawa nuklir kuat, W+,W-,Zo . Sedangkan partikel penyusun materi (fermion) terdiri dari : lepton dan quark. Selanjutnya lepton dan quark membentuk partikel-partikel turunannya elektron, proton, netron, muon, tau, neutrino dan lain sebagainya yang jumlahnya kurang lebih 60 jenis. Dengan empat (4) gaya dasar dan 60 partikel tersebut pembentukan alam semesta berlanjut. Secara simultan terbentuklah : Mikrokosmos dan Makrokosmos.

DZAT terus sibuk berkarya tak kenal lelah : Untuk membentuk : Nebula, Galaksi, Bintang, Planet dan seluruh benda-benda kosmos lainnya. ALAM SEMESTA FISIKA terus berevolusi sampai pada suatu ketika terbentuklah bumi kita : lengkap dengan 108 unsur dalam bentuk segala fasenya : gas, cair dan padat.

Sampailah pada suatu ketika semua unsur sudah terbentuk secara lengkap dan bumi sudah layak untuk sebuah kehidupan sempurna. Bagian bumi sudah terisi kurang lebih 70 % air, Atmosfir dengan kandungan 78 % Nitrogen, 20 % oksigen dan sisanya gas-gas lain sudah terbentuk sebagai mantel bagi bumi dari hujan radiasi kosmis dan benda-benda langit. Sang Diri kemudian membentuk segala sesuatu yang hidup dari air. Segala benda-benda hidup, baik tumbuh-tumbuhan berasal dari air.

Setelah bumi sempurna dengan bentuk, konfigurasi isinya, serta terhuni oleh kehidupan tumbuhan dan hewan, maka : tibalah waktunya DZAT untuk mewujudkan Ingin/ Cinta-NYA agar DIRI-nya dapat dikenal secara utuh. Sehingga berkaryalah SANG DIRI membuat adonan dari tanah, air, udara dan energi menjadi bentuk yang sempurna : tubuh ADAM.

Manusia : Sang Khalifah
Setelah tubuh ADAM terbentuk secara sempurna, saatnya Sang Diri untuk mengaktulaisasikan Potensialitas Tersembunyinya secara utuh-maka Sang Diri pun : mengalirkan Min-Ruhi - “Roh Universal” kedalam tubuh ADAM. Roh Universal yang masuk ke tubuh ADAM menyebabkan tubuh ini HIDUP berGERAK dan berKESADARAN. Roh Universal yang bersemayam dalam tubuh kehilangan Universalitasnya dan berperilaku secara individual menjadi roh individual. Karena merupakan bagian dari “Roh Universal” berarti KESADARAN roh individual juga tersambung dengan NUR ‘AINI, HAYU dan SANG DIRI. Dalam keterkaitan dengan tubuh, roh individual berinteraksi dengan raga membentuk KESADARAN lain : emosi dan pikiran. Dengan demikian dalam diri ADAM terbentuk 7 langit (spektrum) KESADARAN :

• Tubuh/ atau ragawi
• Pikiran atau intelek
• nafsu atau emosi
• Roh individual atau jiwa
• Roh Universal atau Sir
• Nur
• Hidup atau Hayu

Dengan Tubuh, Pikiran, Emosi, Jiwa, Sir, Nur dan Hayu yang terdapat dalam diri ADAM maka Sang Diri dapat mengaktualisasikan potensialitas-NYA secara utuh.

Dengan tubuh yang merupakan abstraksi (model) dari ALAM SEMESTA, dan diresapi oleh tujuh (7) spektrum KESADARAN, Sang Diri membuat manusia memanifestasikan segala sifat-sifat-NYA secara utuh. Oleh karena itulah manusia disebut Khalifah Tuhan. Melalui manusia Gundah Gulana-NYA Sang Diri untuk Ingin atau Cinta-NYA dapat terpuaskan secara tuntas, karena hanya manusialah yang mampu mengenal semua aspek Sang Diri. Dengan manusia Sang Diri mengesoterikkan Sifat-Sifat Yang : “Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Memiliki/ Merajai, Maha Suci, Maha Penyelamat, Maha Pemelihara Kemanan, Maha Menjaga/ Maha Pemberi Kebahagiaan, Maha Mulia, Maha Perkasa, Maha Megah, Maha Pencipta, Maha Pembuat, Maha Pembentuk, Maha Pengampun, Maha Pemaksa, Maha Pemberi, Maha Pemberi Rejeki, Maha Membukakan, Maha Mengetahui, Maha Pencabut, Maha Meluaskan, Maha Menjatuhkan, Maha Mengangkat, Maha Pemberi Kemuliaan, Maha Pemberi Kehinaan, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Menetapkan Hukum, Maha Adil, Maha Halus, Maha Waspada/ Maha Pemberi Khabar, Maha Penyantun, Maha Agung, Maha Pengampun, Maha Pembalas, Maha Tinggi, Maha Besar, Maha Memelihara, Maha Pemberi Kecukupan, Maha Penjamin, Maha Luhur, Maha Pemurah, Maha Peneliti, Maha Luas, Maha Mengabulkan, Maha Bijaksana, Maha Pencinta, Maha Mulia, Maha Membangkitkan, Maha Menyaksikan, Maha Benar, Maha Memelihara Penyerahan, Maha Kuat, Maha Kokoh, Maha Melindungi, Maha Terpuji, Maha Peghitung, Maha Memulai, Maha Mengulangi, Maha Menghidupkan, Maha Mematikan, Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri, Maha Kaya, Maha Mulia, Maha Esa, Maha Dibutuhkan/ Tempat Bergantung Segala sesuatu, Maha Kuasa, Maha Menentukan, Maha Mendahulukan, Maha Mengakhirkan, Maha Pertama, Maha Penghabisan, Maha Nyata, Maha Tersembunyi, Maha Menguasai, Maha Suci : terpelihara dari segala kekurangan, Maha Dermawan, Maha Penerima Taubat, Maha Penyiksa, Maha Pemaaf, Maha Pemberi Rahmat, Maha Menguasi Alam Semesta, Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, Maha Mengadili, Maha Mengumpulkan, Maha Tidak Membutuhkan apapun dari selain Diri-NYA, Maha Pemberi Kekayaan, Maha Pembela atau Maha Penolak, Maha Pemberi Bahaya, Maha Pemberi Kemanfaatan, Maha Bercahaya, Maha Pemberi Petunjuk, Maha Pencipta Yang Baru, Maha Kekal, Maha Pewaris, Maha Cerdas, Maha Penyabar “

Minggu, 10 Mei 2009

Menembus REALITAS WUJUD : DZAT - “ SANG DIRI MUTLAK”


Pada pembahasan sebelumnya kita telah memahami, menyadari atau bahkan mengalami segala sesuatu tentang ALAM SEMESTA, GERAK dan HIDUP.

ALAM SEMESTA adalah bentuk-bentuk semata, GERAK adalah aktivitas, HIDUP adalah SIFAT. Lebih Esoterik lagi : ALAM SEMESTA adalah bentuk atau topeng dari OKNUM atau DIRI, GERAK adalah aktivitas atau kerja dari OKNUM atau DIRI, dan HIDUP adalah SIFAT dari OKNUM.

ALAM SEMESTA adalah aktualisasi dari SANG OKNUM atau SANG DIRI agar dikenal. Semua GERAK adalah kerja SANG DIRI ini, semua HIDUP adalah SIFAT atau HIDUP dari SANG DIRI ini.

ALAM SEMESTA adalah bentuk KUASA SANG DIRI, semua kejadian terjadi karena KEHENDAK SANG DIRI, segala keteraturan/ ketertiban adalah berkat KECERDASAN/ KESADARAN SANG DIRI.

KUASA, KEHENDAK dan KESADARAN adalah HIDUP-NYA SANG DIRI dan muncul, timbul karena “ADA”-NYA SANG DIRI.

Disini adalah sesuatu YANG PASTI dan MUTLAK bahwa ADA-NYA SANG DIRI adalah keharusan MUTLAK.

Untuk menembus Esoterisme Eksistensi mari kita masuk lebih dalam lagi, dengan merubah paradigma atau cara pandang kita. Dengan cara pandang eksoterik yang tampak dan kita saksikan adalah keberagaman, perbedaan-perbedaan dan kejamakan. Bila Anda ubah cara pandang Anda, dengan melihat secara esoterik : Anda akan menyaksikan apa yang sama sekali berbeda dengan apa yang Anda saksikan selama ini, bukankah :

• ALAM SEMESTA adalah bentuk KUASA-SANG DIRI
• Segala kejadian terjadi karena KEHENDAK-SANG DIRI
• Tertib/ teraturnya ALAM SEMESTA berkat KESADARAN/ KECERDASAN-SANG DIRI
• Segala GERAK adalah AKTIVITAS/ PERBUATAN/ KERJA-SANG DIRI dan
• HIDUP adalah SIFAT HAKIKI-SANG DIRI.

Dengan penuh kesadaran terdalam, segala yang kita saksikan dengan mata dan hendaklah ditanggapi dengan pandangan terdalam bahwa :

• Segala eksistensi eksoterik (ALAM SEMESTA) hanyalah KUASA, KEHENDAK, KESADARAN dari :

SANG DIRI

• Segala GERAK adalah PERBUATAN dari :

SANG DIRI

• Segala HIDUP adalah HIDUP dari :

SANG DIRI

Dengan cara pandang esoterik semacam ini kita akan sadar bahwa segala yang kita saksikan eksist (wujud) selama ini bukanlah eksistensi yang sejati, melainkan eksistensi semu. Semua eksistensi tidak lain adalah bentuk “runtuh simetri spontan” dari Eksistensi SANG DIRI.

“Sesungguhnya Siapakah SANG DIRI –REALITAS MUTLAK ini ?”

Membahas tentang SANG DIRI ada beberapa hal yang dapat kita teoremakan berkenaan dengan-NYA :

Teorema pertama, bahwa : sebelum ada apa-apa atau ketika KOSONG - SANG DIRI sudah ADA terlebih dahulu, tidak ada yang lebih dahulu dari SANG DIRI. DIA-lah YANG AWAL dan tiada berpangkal. Berarti Sang DIRI itu Maha Awal. Without Beginning.

Teorema kedua, bahwa : kondisi sebelum ada apa-apa atau kosong, suatu keadaan yang dapat kita simbolkan dengan numerik O atau NOL. Keadaan tersebut jika dibandingkan dengan apapun yang eksist (maujud) sekarang ini (ALAM SEMESTA) pasti akan menghasilkan sesuatu yang Tidak Dapat Didefinisikan. Penjelasan matematisnya adalah bahwa : “Jika segala sesuatu yang eksist (maujud) sekarang ini (ALAM SEMESTA) kita notasikan dengan X kemudian kita bandingkan/ nisbahkan dengan keadaan Awal dimana Tidak Ada apa-apa atau KOSONG (yang Ada hanya SANG DIRI saja) yang diwakili oleh angka O. Maka, secara operasi aljabar dapat kita nyatakan statement matematisnya sebagai :

X : O = ?

Dan sudah pasti operasi matematis ini akan menghasilkan dengan apa yang dikenal dalam matematika dengan pengertian :

Tidak Terdefinisikan dalam bahasa Jawa disebut dengan “Tan Keno Kinoyo Ngopo”.

Memahami hasil perbandingan antara segala sesuatu dengan O, adalah analog yang tepat untuk memahami Esensi/ Keadaan SANG DIRI yang Tidak Terdefinisikan atau Tan Keno Kinoyo Ngopo. Konklusinya, adalah mustahil untuk mengetahui Keadaan SANG DIRI, karena DIA : Lebih Tidak Terdefinisikan dari Keadaan awal kosmos sekalipun. SANG DIRI adalah Maha Tidak Terdefinisikan. Dan, kalau ditanya SIAPA atau APA-kah sebenarnya SANG DIRI itu ? maka jawaban yang paling jujur, objektif dan benar adalah : ENTAHlah.
Kita semua tidak mungkin mampu mengerti tentang ESENSI atau DZAT dari SANG DIRI. Karena SANG DIRI adalah bukan sesuatu yang bisa diperkirakan oleh akal atau yang bisa dipandang oleh hati apalagi dikenali dengan indra-indra kita. Bahkan SANG DIRI sebenarnya bukanlah sesuatu yang dapat dikenali atau yang pernah dikenali, karena memang : “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia”

Teorema ketiga, bila kita berbicara tentang Dimensi dari SANG DIRI, seperti yang telah kita bahas di muka bahwa sudah pasti Dimensi SANG DIRI melebihi Dimensi ALAM SEMESTA yang Takterhingga. Berarti SANG DIRI adalah Maha Tak Terhingga.

Teorema keempat, SANG DIRI itu eksist atau ADA dengan sendiri-NYA, bukan karena yang lain. Sedangkan eksistensi yang lain hadir karena eksistensi atau ADA-NYA SANG DIRI. Artinya segala sesuatu yang lain (bukan SANG DIRI) tidak akan ada jika Sang DIRI tidak berkehendak untuk mengadakan. Ini berarti segala yang diadakan (ALAM SEMESTA) ini eksist karena Eksistensi atau WUJUD SANG DIRI. Dari sudut pandang esoterik ini, kita dapat mendalilkan bahwa : Pada hakikatnya ALAM SEMESTA tidak ada atau khayal (kosong) dan merupakan persepsi belaka, jika di bandingkan dengan nyatanya Eksistensi atau WUJUD SANG DIRI.

Bukankah segala sesuatu (X) : apapun bentuknya dan berapapun besarnya jika dibandingkan (dibagi) dengan Tak Terhingga sama dengan O. Berapapun besar Eksistensi ALAM SEMESTA ini jika dibandingkan (dibagi) dengan Eksistensi Sang DIRI YANG MAHA TAK TERHINGGA sudah pasti hasilnya adalah O.

Teorema kelima, SANG DIRI itu kekal ADA-NYA artinya Eksistensi dan Esensi-NYA, dahulu-sekarang-kelak adalah TETAP DEMIKIAN tidak pernah dan tidak akan berubah. Semua selain SANG DIRI selalu berGERAK berarti selalu berubah-tidak kekal ada-nya, tidak demikian dengan SANG Diri, DIA Tidak pernah dan Tidak akan mengalami perubahan : SANG DIRI adalah KEKAL.

Teorema keenam, segala sesuatu hanyalah bentuk Kekuasaan dari SANG DIRI, segala sesuatu diliputi oleh GERAK dan HIDUP SANG DIRI oleh karena itu pada hakikatnya : “Segala sesuatu itu diliputi oleh SANG DIRI – Dia meliputi segala ruang, segala waktu dan segala yang bukan ruang dan bukan waktu”. Sebagai gambaran saja, SANG DIRI meliputi segala sesuatu seperti bilangan 0 meliputi segala bilangan, dimana 0 juga mengandung 0, bukankah 0 = 0 + 0. 1 juga mengandung 0, bukankah 1 = 1 + 0. Bilangan N selalu mengandung 0, bukankah setiap N = N + 0. Demikian juga dengan Tak terhingga juga pasti mengandung 0, karena : Tak Terhingga = Tak Terhingga + 0. Jika Sang Diri atau SANG AKU kita simbolisasikan dengan 0 dan segala sesuatu direpresentasikan sebagai N. Maka statement yang dapat kita tuliskan disini adalah bahwa : “SANG DIRI meliputi segala sesuatu sebagaimana SANG NOL meliputi Semua Bilangan”.

“SANG DIRI adalah DZAT dari semua Realitas. Dan DZAT itu adalah SATU Tak Terpisahkan dengan SIFAT-NYA, HIDUP-NYA, PERBUATAN-NYA serta DAMPAK PERBUATAN-NYA. Sehingga Diri kita, ALAM SEMESTA, HIDUP pada Hakikat-NYA adalah SATU dengan DZAT”.

Rabu, 29 April 2009

SATU JIWA : ROH UNIVERSAL


Setelah Anda menikmati Universalitas lewat sajian 3 artikel sebelumnya, kini saya mengajak Anda untuk mulai menyadari ketertaitan Kesadaran Diri Murni dengan Kesadaran Semesta.

Seperti telah diuraikan dalam pelajaran tentang God Quotient pada waktu-waktu yang lalu – tentunya Anda telah benar-benar menyadari adanya Sesuatu Yang Sadar dan Menghidupi Diri manusia, yang disebut dengan Ruh, Jiwa, Suksma, Atman. Dalam kedirian Ruh, Jiwa, Suksma, Atman seolah-olah bersifat individual. Hal ini terjadi tidak lain adalah karena terkurungnya ia didalam tubuh ragawi kita.

Sebenarnya, jiwa saya-jiwa Anda-jiwa semua manusia itu SAMA dan SATU ADA nya. Hal yang menguatkan pengertian ini adalah bahwa setiap jiwa insan itu mempunyai fungsi-karakter-perilaku yang sama persis. Sama sama menghidupi jasad, sama-sama menjadi penyebab kesadaran diri, sama-sama mempunyai Kesadaran Murni. Hal ini menguatkan kesimpulan kita bahwa Semua Manusia itu SATU JIWA.

Dalam bahasa Kitab Suci disebutkan bahwa jiwa semua orang adalah min-ruhi. Semua jiwa adalah satu dalan “Ke-ruh-an” universal, dengan keberadaanya yang Ekstensif (luas), atau Roh Universal. Roh Universal tidaklah didalam dan tidak di luar tubuh, tidak terlepas dari dan tidak terikat kepada tubuh, dia adalah keduanya, di dalam dan di luar, keduanya terlepas dan terikat. Semua roh individual adalah refleksinya.

Untuk memahami lebih dalam tentang eksistensi dari ruh universal tidak ada salahnya kita simak ungkapan kata-kata Jalaludin Rumi berikut ini :

Aku bukan seorang Kristiani, bukan Yahudi, bukan pula Majusi,
Aku bahkan bukan seorang Muslim,
Aku tidak dimiliki oleh tanah, atau lautan yang dikenal atau tidak dikenal
Alam tidak dapat memiliki atau mengakui aku sebagai miliknya, demikian pula langit,
Tidak pula India, Cina, Bulgaria
Tempat kelahiranku tidak ada di mana pun
Tanda tidak memiliki dan tidak memberi tanda.
Kau katakan melihat mulut, mata, dan hidungku-mereka bukan milikku.
Aku adalah Kehidupan itu sendiri.
Aku adalah kucing itu, batu ini, tidak satupun.
Aku telah melempar dualitas seperti kain lap usang.
Aku melihat dan mengenal seluruh waktu dan semua dunia,
Sebagai satu, satu, dan selalu satu.
Maka apa yang mesti kulakukan agar kau mengakui siapa yang berbicara ?
Akuilah itu dan ubahlah segalanya!
Ini adalah suaramu sendiri yang menggemakan dinding-dinding Tuhan.


Masuk kedalam tubuh, muncullah Jiwa
Setelah masuk kedalam tubuh, maka Roh Universal menjadi terbatas dalam bentuk sebagai jiwa individual dan tampak beragam. Keterbatasan dan keserberagaman ini timbul dari hubungan dengan tubuh-tubuh. Seolah-olah ada roh saya, roh Anda dan roh manusia lain. Padahal hakikatnya roh saya, roh Anda, roh manusia lain adalah SATU, yaitu Roh Universal. “ Roh segala jasad itu adalah satu, sedang yang berbilang itu hanyal jiwa. Maka jiwa (roh individual) itulah yang mengalami mati, namun Roh Universal tidak akan mati, karena berdirinya Roh Universal itu adalah dengan Haq Ta’aala pada semua keadaan (Syech Abdul Ghani An-Nablusi)”.

Tubuh telah membuat kesadaran Roh Universal yang masuk kedalamnya menjadi terbatas dalam bentuk egoisme atau ke-aku-an. Sebagai ilustrasi untuk memahami hubungan antara roh individual dan roh universal adalah, seperti sekendi air di dalam telaga. Sebenarnya air dalam kendi adalah juga bagian dari air telaga. Air dalam kendi nampaknya terpisah dari air telaga hanya karena kehadiran kendi itu. Ibarat kendi ini, tubuh telah menyebabkan roh individu yang merupakan bagian dari Roh universal menciptakan “ego” yang terbatas yang merasakan kehadiran dirinya telah memisahkan dirinya dari Roh universal. Tetapi ketika kendi dipecahkan, airnya lalu menyatu; ketika “egoisme” atau rasa individualitas itu lenyap dan tidak ada lagi perpisahan antara kesadaran roh individual dengan Roh Universal, maka akan mengalirlah kedamaian.

Ketika manusia baru terlahir ke dunia (masih bayi), bejana “ego” nya sangat tipis sekali sehingga belum mampu membedakan antara “ego” atau aku dengan bukan “ego” atau selain aku. Bayi yang masih fitrah ini menyadari bahwa kesadarannya adalah kesadaran Roh Universal. Dengan tingkat kesadaran Roh Universal seperti ini, roh individual masih sadar bahwa dirinya yang merupakan bagian dari

Dari Mana Datangnya Roh Universal ?
Roh Universal adalah bentuk “runtuh simetri spontan” dari ENERGI AWAL. ENERGI AWAL yang mengandung/ memuat HIDUP ini adalah juga bahan dasar pembentuk Alam Semesta Fisika. Bila kita masuk pada tingkat Kesadaran ini kita akan merasakan ke-“esa”-an asali dengan segala yang maujud atau “eksist” yang juga tersusun dari asal yang sama “ENERGI AWAL”. Baik Roh Universal maupun Alam Semesta, sama-sama berasal dari ENERGI AWAL.

Pada saat masih bayi, Kesadaran masih merasakan ke-“esa”-an diri dengan seluruh ALAM SEMESTA.

Seiring dengan perkembangan tubuhnya, bejana “ego” mulai menebal. Pada masa anak-anak masih belum begitu tebal bejana “ego”nya, sehingga masih memiliki kecenderungan langsung berkaitan dengan alam transenden, kendi atau bejana “ego” belum sepenuhnya terbentuk. Oleh karena itu anak-anak sebenarnya masih mempunyai visi mistik ke-“esa”-an. Lambat laun seiring dengan pertumbuhan alat-alat indra dan sempurnanya otak, kendi “ego” semakin terbentuk dan rasa ke-“esa”-an meluntur. Kesadaran sudah semakin membedakan antara “ego” atau aku dengan “non-ego” atau bukan aku. Rasa perpisahan muncul diantara dirinya dengan ALAM SEMESTA, dan pengalaman luhur menyatu dengan ALAM SEMESTA memudar. Sang manusia telah kehilangan visi mistiknya “AKU SATU DENGAN SEMUA”. Bahkan jiwa yang ada didalam tubuh sudah lupa bahwa dirinya adalah Roh Universal.

Setelah kita menyadari Realitas Esoterik ini, marilah kita kembali pada Kesadaran Sejati, Sekarang marilah kita lihat dengan arif, rsakan dengan rasa terdalam dan sadari dengan Kesadaran Murni bahwa : Roh kita itu SATU dengan Roh Universal – maka rasakanlah ke-“SATU”-an ini. Rasakan bahwa Roh Dalam Diri Ini adalah bagian dari Roh Seluruh Umat Manusia. Hanya ada SATU roh, Satu Jiwa. Aku adalah Jiwa yang SATU ini. Aku adalah Roh Segala Semua Manusia. Aku Adalah Roh Semesta Alam. Aku adalah SAMA, SATU dan SEMUA. Jiwa adalah manifestasi dari HIDUP, semua jiwa adalah manifestasi dari HIDUP, seluruh SEMESTA ALAM adalah manifestasi dari HIDUP segala sesuatu adalah manifestasi dari HIDUP. Oleh karena itu masukilah Kesadaran ini – dan tegaskan bahwa : Aku adalah HIDUP.

Kamis, 23 April 2009

HIDUP YANG SATU


Setelah kita menjelajah ALAM SEMESTA RAYA serta menikmati GERAKnya YANG SATU. Tibalah kita untuk masuk kedalam Esoterismenya. Sebenarnya APA kah dibalik SEMESTA RAYA INI nan Esoterik.

Dari artikel sebelumnya kita tahu dan sadar, bahwa Segala Sesuatu itu berGERAK, apapun itu berGERAK dan Tak Satupun Diam. Penalaran Ilmu Fisika, memberikan pengetahuan kepada kita bahwa setiap GERAK adalah mengandung GAYA – KEKUATAN atau dalam bahasa sehari-harinya disebut KUASA. Contohnya : GERAK planet-planet dalam Tata Surya adalah akibat dari GAYA GRAVITASI. GERAK elekton mengelilingi inti Atom adalah akibat dari GAYA Elektromagnetis. GERAK mengembangnya KOSMOS adalah akibat GAYA yang menyebabkan Dentuman Besar saat Kelahiran KOSMOS. GERAK makhluk biologis adalah akibat GAYA Hayati. GERAK sejarah manusia dalah akibat dari GAYA Dialektis Sosial. Kesimpulannya adalah setiap GERAK itu adalah akibat dari GAYA dan mengandung GAYA atau KUASA.

Selain GAYA atau KUASA sebuah GERAK tidak akan terjadi jika tidak ADA sesuatu yang menstimulasikan – stimulasi ini tentunya tergantung pada ADA nya KEHENDAK untuk berGERAK. BerGERAK-nya ALAM SEMESTA terjadi hanya dengan ADA nya KEHENDAK dibalik ALAM SEMESTA. Kekosongan sebelum ADA-nya ALAM SEMESTA kemudian tercipta Dentuman Besar, adalah Karena ADA-nya KEHENDAK dari SESUATU di Balik Kekosongan tersebut.

Kalau kita perhatikan semua GERAK di ALAM SEMESTA - maka kita akan menjumpai kenyataan bahwa semuanya berlangsung dalam KETERATURAN atau mengikuti POLA TERTENTU. GERAK bumi mengitari matahari teratur, GERAK tata-surya dan seluruh benda-benda langit selalu konsisten dengan KETERATURAN dengan POLA yang bahkan sangat matematis sekali. Dalam skala mikrokosmos : atom-atom pun berGERAK dalam pola KETERATURAN nan konsisten-berPOLA. Kalau kita perhatikan dengan seksama dan teliti : segala GERAK makhluk biologispun mengikuti POLA YANG TERATUR. GERAK social seperti sejarah dan siklus ekonomi misalkan juga mengalir dalam POLA KETERATURAN. Bahkan segala GERAK yang terlihat tidak beraturan seperti Gelombang Lautan, Angin atau PerGERAK an saham pun adalah GERAK dengan POLA TERATUR. Apa yang dapat kita ambil dari renungan ini, kita dapat memahami bahwa segala GERAK adalah TERATUR mengikuti POLA nan Tertib. Hal ini menunjukkan bahwa semua GERAK itu SADAR – semua GERAK itu CERDAS.
Ini berarti bahwa Semua GERAK itu mengandung KESADARAN atau KECERDASAN.

Setelah kita renungkan secara mendalam ternyata GERAK adalah fungsi dari KUASA, KEHENDAK dan KESADARAN (KECERDASAN) tertentu. Ketiga unsur ini : KUASA, KEHENDAK dan KESADARAN tidak lain adalah ciri-ciri dari apa yang dinamakan dengan “HIDUP”. GERAK adalah ekspresi dari “HIDUP”, GERAK adalah aktivitas “HIDUP”, GERAK adalah manifestasi dari “HIDUP”.

Semua elemen ALAM SEMESTA berGERAK, berarti semua mengandung KUASA, eksist dengan suatu KEMAUAN dan ber-KESADARAN (berKECERDASAN). Mengapa demikian, tidak lain adalah bahwa : karena semua di liputi oleh “HIDUP”. Demikian hakikatnya : seluruh ALAM SEMESTA adalah HIDUP. Baik tumbuhan, hewan, manusia atau apapun yang secara harfiah disebut benda-benda mati adalah HIDUP. Semua elemen ALAM SEMESTA itu HIDUP.

Mari kita rasakan :
Diri kita (manusia) juga selalu berGERAK, ada dalam GERAK, karena kita diliputi oleh “HIDUP” yang meliputi seluruh ALAM SEMESTA. “HIDUP” yang meliputi diri kita, adalah “HIDUP” yang meliputi seluruh ALAM SEMESTA. Di dalam diri ada “HIDUP”, di dalam tumbuh-tumbuhan ada “HIDUP”, di dalam segala hewan ada “HIDUP”, di dalam seluruh organisme hidup ada “HIDUP”, didalam mahkluk yang terlihat tidak hidup (non-organisme hidup) pun ada “HIDUP”, didalam electron, inti atom ada “HIDUP”, di dalam tata-surya ada “HIDUP”, di dalam Galaksi ada “HIDUP”, di dalam seluruh ALAM SEMESTA ada “HIDUP”. Semua diliputi “HIDUP” oleh karena itu Segala Sesuatu adalah “HIDUP”.

Oleh karena itu, marilah kita lihat dengan arif dan kita sadari bahwa :
Aku HIDUP, Semua Manusia HIDUP, Semua Makhluk HIDUP, Seluruh Semesta HIDUP, Segala sesuatu itu HIDUP. HIDUP-HIDUP-HIDUP………………………..
HIDUP ku adalah HIDUP mu, adalah HIDUP nya, adalah HIDUP nya batu, gunung, angina, bumi, matahari, bulan, bintang, adalah HIDUP nya semua partikel atom dan gelombang Energi, HIDUP itu SATU dengan HIDUP Nan Universal – dengan HIDUP yang ADA didalam DIRI maka rasakanlah ke-“SATU”-an ini. AKU adalah HIDUP. HIDUP NAN SATU dan UTUH – HIDUP NAN ESA.

Coba kita renungkan GERAK gelombang dilautan luas, visualisasikan dan rasakan bahwa diri Anda adalah salah satu dari ombak gelombang lautan tersebut. Kemudian lihat kepada diri Anda maka Anda akan menyadari bahwa Anda adalah Gelombang itu, sekarang Anda berpalinglah melihat Lautan Secara menyeluruh – maka Anda akan menyadari bahwa Anda adalah Lautan. Begitulah relasi antara HIDUP yang ADA didalam diri kita sebenarnya adalah Bagian Dari HIDUP segala seuatu NAN TAK TERHINGGA. Jika Anda melihat sebatas diri Anda Saja, Anda akan menyadari HIDUP itu terbatas pada diri ini saja, tetapi jika Anda melihat Segala Sesuatu – Seluruh Semesta- Anda akan merasakan HIDUP Yang Tak Terbatas – dan Anda Adalah LAUTAN HIDUP itu Sendiri. Hidup yang Ada didalam sekaligus di Luar Anda – Meliputi Segala Sesuatu.


Ombak tidak akan lagi mengatakan bahwa Aku adalah ombak tetapi Aku adalah Lautan. Aku adalah HIDUP.


Sebagai Akhir Tulisan ini, saya mengajak Anda untuk Latihan bersama-sama merasakan dan menyadari HIDUP.

Sabtu, 18 April 2009

GERAK : SIFAT UNIVERSAL ALAM SEMESTA


Dengan Kesadaran Universal Yang telah kita peroleh dari Latihan Peleburan Dengan Semesta Alam. Sekarang kita teruskan perjalanan kita menjelajahi Ruang-Waktu Universal. Dan - sampailah kita pada penelitian tentang perilaku sejati ALAM SEMESTA. Kita mulai dengan memperhatikan alam tengah, alam yang masih bisa dijangkau oleh indera manusia. Dalam alam tengah ini kita dapat menyaksikan mahkluk-mahkluk seperti kita sendiri manusia, hewan, tumbuhan, gunung, sungai, lautan, mendung dan semua bentuk dalam ukuran yang dapat dilihat dengan mata telanjang manusia. Kita akan meneliti perilaku dasar apa yang secara universal dialami/ dilakukan oleh mahkluk-mahkluk alam tengah kita ini ?

Pengamaan kita mulai dari diri kita sendiri manusia,
Kita mulai meng-“ada” ketika sperma bapak kita berGERAK untuk berpadu dengan ovum ibu menjadi SATU. Setelah dua berpadu menjadi SATU-Kemudian membelah jadi dua, jadi empat, jadi delapan dan seterusnya sampai berjuta-juta terus berGERAK membentuk embrio yang terlihat seperti sepotong daging yang belum tampak berbentuk manusia. GERAK perkembangan embrio terus berjalan membentuk tulang, kemudian tulang dibungkus dengan otot-otot sampai terbentuklah bakal manusia dalam bentuk sempurna dengan proporsi yang seimbang dan selanjutnya, sampai pada suatu titik di-GERAK-kannya Roh Universal untuk memasuki jasad yang sudah siap ini, sehingga tubuh dapat berGERAK hidup. Roh Universal menjalini jasad, manusia mulai berGERAK sebagai mahkluk hidup dwi dimensi : secara biologis dan secara psikis. Dengan Roh Universal ini, organ-organ biologis berfungsi dan bertumbuh. Jantung mulai berdetak dan aktivitas biologispun berjalan normal. Seiring dengan itu hidup psikis bayi juga mulai bertumbuh, sang bayi sudah mempunyai kesadaran-“buktinya ia bisa menendang-nendang perut ibunya”. Roh Universal meresapi seluruh badan dan menjadi “roh individual: atau jiwa bagi manusia.

Selanjutnya bayi yang sudah dapat berGERAK hidup didalam kandungan melanjukan GERAK nya bertumbuh sampai sempurna sembilan bulan. Kemudian dengan GERAK kontraksi ibu, sang bayi lahir untuk meMULAI babak kehidupan barunya untuk berGERAK tumbuh di alam dunia. Terus berGERAK maju menjadi anak, kemudian remaja dan seterusnya menjadi dewasa, dan tua. BerGERAK sampai pada masa AKHIR GERAKnya didunia : mati. Apakah GERAK berhenti disini saja ?

Ternyata GERAK terus berlanjut :

Roh berGERAK meninggalkan jasad memulai GERAKannya di fasenya yang baru. Jasad yang telah ditinggalkan oleh roh juga terus berGERAK, didalam tanah berGERAK berubah wujud menjadi padu dengan tanah.

Organisme hidup lain : tumbuhan dan hewan mengalami GERAK an yang serupa dengan manusia.

Tidak hanya mahkluk hidup, benda-benda yang kita anggap mati seperti air misalkan ternyata juga berGERAK. Air sungai bergerak dari sumbernya menuju muara. Air di bumi : lautan, danau, sungai berGERAK menguap, kemudian berGERAK menggumpal membentuk awan, lalu berGERAK memadat menjadi mendung. Sampai suatu ketika GERAK an angin menerpanya sehingga kumpulan uap air tersebut berGERAK jatuh menjadi hujan.

Sejarah sebuah bangsa, masyarakat atau organisasi apapun juga merupakan bentuk dari GERAK. Dalam ilmu ekonomi kita juga mengenal adanya GERAK pertumbuhan dan penurunan.

Kita bisa melihat karena GERAK dari gelombang cahaya, kita dapat mendengar karena GERAK gelombang suara, kita bisa merasa panas/ dingin akibat GERAK dari Energi kalor.

Tidak perlu saya deskripsikan satu persatu, kita semua menyadari bahwa di alam tengah ramai dengan berbagai macam GERAK. Semuanya berGERAK tidak ada yang diam. Segala sesuatu selalu berGERAK : inilah fitrah dari eksistensi.

Apakah hanya alam tengah saja yang berGERAK ?

Ternyata tidak, Makro kosmos pun selalu berGERAK
Penghuni makrokosmos juga selalu berGERAK. Bumi berGERAK putar pada pusatnya sendiri dengan itu kita mengenal siang dan malam, bulan berGERAK mengitari bumi kita sehingga kita mengenal apa yang disebut satu bulan. Bumi dan bulan satelitnya pun berGERAK mengitari matahari sebagai pusat tata-surya dengan satu GERAK putaran penuh dalam satu periode yang kita namakan sebagai satu tahun. Akibat GERAK an benda-benda langit itu maka kita mengenal apa yang kita sepakati dengan istilah WAKTU.

Tidak hanya bumi dan bulan saja. Semua planet dalam keluarga tata-surya kita juga berGERAK pada pusatnya dan sekaligus berGERAK mengitari matahari sebagai pusat tata-surya. Matahari bersama planet-planetnya juga berGERAK mengitari pusat Galaksi Bima Sakti kita. Dan lebih menakjubkan lagi, Galaksi kita beserta Galaksi-Galaksi lainnya bergerak saling menjauhi satu sama lain karena mengikuti GERAK ekspansi ALAM SEMESTA.

Dan ternyata, ALAM SEMESTA sendiri adalah juga proses GERAK
Menurut para Astrofisikawan, ALAM SEMESTA terbentuk dari sebuah GERAK ledakan yang disebut “Dentuman Besar”. Menurut Theory of Everything (TOE), dahulu kala Alam Semesta hanya terdiri dari satu jenis partikel saja yang memuat satu macam gaya saja. Sebut saja partikel itu dengan nama “Partikel Fundamental Semesta” dengan jumlah yang terperkirakan jumlahnya dan gaya tersebut kita namakan “Gaya Tunggal Semesta Fisika” dengan kekuatan yang tidak terhingga besarnya. Kemudian semua “Partikel Fundamental Semesta Fisika” berGERAK menuju SATU pusat tertentu, berkonsentrasi dan terjadilah ledakan dasyat yang disebut “Big Bang”.

Mengapa semua GERAK selalu mengikuti perilaku dasar : mulai, proses tumbuh, dan berakhir. Ini tidak lain adalah karena semua GERAK adalah manifestasi dari SATU GERAK Universal. Meminjam istilah dalam fisika energi tinggi, bahwa segala macam GERAK apapun yang terlihat beragam dengan masing-masing individualitasnya adalah sekedar “runtuh simetri spontan” dari GERAK Universal.

Oleh karena itu, marilah kita lihat dengan arif dan kita sadari bahwa : Gerak kita itu SATU dengan Gerak Universal – maka rasakanlah ke-“SATU”-an ini.

Untuk memasuki Kesadaran ini, marilah kita lakukan latihan Praktis sebagai berikut :

Tegakkan lah Aku Pribadi Sejati, hidupkanlah Kesadaran Murni serta lihatlah dengan mata batin terdalam. Perhatikan, renungkan dalam-dalam serta rasakan dengan rasa terdalam.

• Pertumbuhan biji yang ditanam, bagaimana akarnya mulai keluar, tumbuh menjadi kecambah, kemudian tumbuh menjadi pohon kecil, bertumbuh kembang menjadi pohon besar, kemudian menjadi tua dan mati. Atau perhatikan misalkan pohon pisang : berGERAK tumbuh dari tunas, kemudian berGERAK menjadi tumbuhan pisang, berbunga dan berbuah kemudian Mati. Ini adalah GERAK yang ADA mulanya, kemudian ADA proses GERAK tumbuh dan akhirnya berGERAK menuju akhir atau mati. Mulai-Lahir, Tumbuh dan Akhir-Mati.
• Bila Anda, mempunyai pengetahuan Fisika atau Astro-Fisika – renungkan ALAM SEMESTA RAYA – dahulu tidak ADA apa-apa kemudian timbul Dentuman Besar (Big Bang), kemudian Dari Sesuatu Yang Diam itu berGERAK energi atau Daya kemudian bertranformasi menjadi partikel-partikel dasar, selanjutnya BerGERAK membentuk benda-benda langit, berGERAK membentuk Galaxi-Galaxi, Tata Surya-Tata Surya, Bintang-Bintang, Planet-Planet, serta segala macam benda langit lainnya. Sampai saat inipun ALAM SEMESTA terus berGERAK mengembang, sampai ke suatu saat yang diyakini oleh para Astrofisika dan Agama-agama dengan sebutan Kekacauan Kosmik atau Qiyamat-berakhirnya ALAM SEMESTA. Jadi Alam Semesta pun beGERAK dari Lahir, Tumbuh, dan Akhir (Qiyamat).
• Hewan pun tidak luput dari GERAK an : lahir, tumbuh dan mati.
• Sekarang renungkan diri kita Sendiri, kita pun ikut dalam perGERAKan Lahir, Tumbuh dan Mati.
• GERAK Tumbuhan ; Alam Semesta Raya ; Hewan ; Manusia adalah SAMA – mengikuti SATU pola GERAK Lahir – Tumbuh – Mati. SATU GERAK ini adalah menyeluruh – SATU GERAK UNIVERSAL.

“Dengan pemahaman yang sudah kita peroleh dari proses kontemplasi ini – Sekarang Rasakan Dengan Kedalaman Rasa – Dengan Kesadaran Murni – Bahwa Saya, Anda dan Siapapun atau Apapun ber-ADA dalam SATU GERAK Universal ini. GERAK-ku, semua GERAK yang ADA di ALAM SEMESTA adalah GERAK YANG SATU – adalah GERAK UNIVERSAL. GERAK ku adalah GERAK SEMESTA adalah GERAK Yang Sama Dengan GERAK apapun Juga”.

Senin, 13 April 2009

ESA : ALAM YANG SATU KESATUAN


Semua Sahabatku yang mencintai dan dicintai Tuhan, mohon maaf lama saya tidak mengirim artikel di blog ini. Untuk mengobati kerinduan saya dengan Anda, ijinkan saya mengajak Anda menjelajah dunia kontemplasi lebih jauh dengan memasuki Ruang-Waktu Universal Nan Tak Terbatas.

Pada artikel-artikel yang lalu kita telah mencoba belajar menenangkan diri dengan relaksasi, mendekati Tuhan serta berkontemplasi dengan persoalan-persoalan sejati akan hidup dan mati. Pada tulisan-tulisan berikut saya akan mengajak Anda sekalian untuk mengenal eksistensi semesta, memasukinya serta menyaksikan “REALITAS MUTLAK” dengan Kesadaran Murni.


Mari kita tenangkan diri kita, kemudian kita hidup kan Kesadaran Sejati Diri dan dengannya kita akan melihat segala sesuatu. Seperti telah Anda pelajari serta Anda alami sendiri bahwa dalam setiap diri tidak peduli suku & dan bangsa apapun serta agama dan keyakinan apapun mempunyai Kesadaran Murni ini karena setiap manusia mempunyai jiwa, setiap insan mempunyai ruh, setiap orang mempunyai Aku Sejati.


Sahabat-sahabat ku, kini hidupkan Kesadaran Murni itu, Tegakkan Aku Sejati mu, melihatlah dengan mata batin mu serta bernalarlah dengan logika terdalam mu. Kemudian lihatlah segala sesuatu, saksikan apa saja yang dapat kausaksikan dengan Kesadaran Murni itu.

Lihat lah diri mu, lihatlah segenap penjuru bumi serta segala petala langit sejauh engkau dapat menjangkaunya. Engkau akan melihat dirimu, sesamu, makhluk hidup, bumi, tata surya, bintang gemintang dilangit nan luas, engkau akan lihat Semesta Alam dengan segenap elemennya.

Saya, Anda, semua orang, semua mahkluk baik hidup dan mati, bumi, bulan, matahari, bintang-bintang dan segenap isi Semesta Alam adalah SATU ke-SATU-an. Elemen-elemen alam jalin menjalin membentuk SATU ke-SATU-an Semesta Alam. Dengan Kesadaran Murni yang ada dalam diri mu, rasakan dengan rasa terdalam bahwa SEMESTA ALAM adalah SATU ke SATU an. Diri ini adalah bagian dari SEMESTA ALAM, oleh karena itu Diri ini adalah SATU ke-SATU-an dengan SERU SEKALIAN ALAM.

Aku SATU dengan Anda, dengan Dia, dengan seluruh umat manusia. Oleh karena itu seluruh umat manusia adalah bersaudara. Menyakiti orang lain berarti adalah menyakiti diri sendiri.

Tidak hanya itu, Aku juga SATU dengan sungai, gunung, hujan, mendung, bumi, bulan, matahari, bintang gemintang, Aku adalah SATU dengan SELURUH ALAM SEMESTA. Oleh karena itu seluruh Semesta Adalah bersaudara. Menyakiti alam semesta adalah menyakiti diri sendiri, merusak semesta alam adalah merusak diri sendiri. “AKU adalah bagian dari SEMUA, AKU adalah SATU dengan SEMUA”.


Tetaplah dalam Kesadaran Murni, kini mari kita gunakan akal logika terdalam kita untuk bertafakur seperti yang berulang kali disindir Tuhan dalam Qur’an dengan pertanyaan kritis “ Apakah kamu tidak Berfikir ? “. Kita akan membuktikan ke SATU an kita dengan SEMESTA ALAM – ke SATU an kita dengan SEMUA.

Ilmu pengetahuan termodern manusia yang digali dari deduksi dan induksi telah menghantarkan manusia pada apa yang dikenal dengan Fisika Quantum. Pertama-tama kali saya mengajak Anda untuk menjelajahi diri kita terlebih dahulu :

“Apabila saya berikan Anda kacamata dengan daya pembesaran yang meningkat terus-menerus untuk melihat diri Anda sendiri, katakanlah tangan Anda misalkan. Pada tahap pertama Anda akan menggunakan kacamata dengan daya pembesaran penglihatan tingkat pertama. Anda akan dapat melihat pori-pori. Tentunya kita akan melihat pemandangan yang berbeda dengan melihat tanpa kacamata tersebut. Tidak berhenti disini, tahap berikutnya, saya akan berikan kacamata dengan daya pembesaran penglihatan tingkat kedua, dimana dengan ini Anda akan melihat tangan Anda adalah sekumpulan sel-sel tubuh. Dan jika Anda menggunakan kacamata berikutnya dengan kacamata dengan daya pembesaran penglihatan tingkat ketiga, maka Anda akan melihat pemandangan berbeda, Anda akan melihat molekul-molekul senyawa penyusun sel-sel tubuh, demikian seterusnya dengan daya pembesaran yang lebih tinggi secara meningkat, Anda akan mampu melihat yang lebih kecil lagi, Anda akan menyaksikan atom-atom, kemudian partikel-partikel proton, netron dan elektron, bila melihat dengan penglihatan yang lebih kuat lagi Anda akan melihat quark dan lepton dan partikel-partikel elementer alam lainnya seperti meson, nu, neutrino dan sebagainya, dan bila Anda melhat dengan Daya Penglihatan 10^ 33 dari penglihatan Anda sekarang, maka Anda akan menyaksikan superstring-superstring yang berdansa.” Ternyata yang kita saksikan dengan mata telanjang ini adalah semua – tidak sejati. Dalam penglihatan yang sedemikian kuat Anda melihat diri Anda Sendiri, dapat dipastikan bahwa Anda akan sangat amat terkejut karena Anda tidak melihat apa-apa tentang diri Anda sendiri seperti rupa yang Anda lihat dan pikiran sekarang. Anda hanya melihat superstring-superstring saja. Sampai disini kita seharusnya sudah sadar-sesadar sadarnya bahwa penglihatan dan pikiran kita amat sangat terbatas untuk mengungkapkan apa Yang disebut ke-BENAR-an, apalagi ke-BENAR-an MUTLAK.


Kembali ke topik kita di awal, bahwa kita akan membuktikan bahwa Aku dan Segala Sesuatu adalah SATU. Sekarang, dengan penglihatan empirik Anda dengan Daya Pembesaran 10^33 kali tersebut, beralih dari melihat diri ke luar untuk melihat sekitar Anda ; lingkungan Anda, gunung, bumi, langit - maka Anda akan dibuat takjub dan sekaligus terkejut dengan penglihatan Anda tersebut – karena ternyata yang Anda lihat tentang diri Anda adalah SAMA dengan apa yang Anda lihat denga segala sesuatu selain Anda, SAMA dengan apa yang Anda lihat tentang Seluruh Semesta Alam. Anda akan melihat bahwa SEGALA SESUATU adalah SAMA. Ini adalah bukti bahwa segala sesuatu, seluruh SEMESTA ALAM adalah SAMA dan SATU ke SATU an yang SATU.


Menurut Fisika Kuantum, segala sesuatu di SEMESTA ALAM adalah terdiri dari atom-atom, atom-atom tersusun dari partikel-partikel sub-atomic, partikel-partikel sub-atomic tersusun oleh zarah elementer yang dinamai superstring. Jadi saya, Anda, dia, semua manusia, semua makhluk, semua elemen ALAM SEMESTA adalah tersusun dari zarah yang sama. Ditingkat Kuantum kita semua adalah SATU.

Lebih jauh lagi, apabila kita berbicara dengan terminologi Kuantum, maka sebenarnya semua partikel massa adalah transformasi dari Energi. Boleh dinyatakan bahwa pada hakikatnya segala sesuatu itu adalah ENERGI. Ini adalah sebuah penegasan bahwa kita semua adalah SATU ke SATU an Yang SATU, karena kita dalah ENERGI.


Seperti yang telah saya uraikan pada pelajaran tentang God Quotient pada artikel sebelumnya bahwa : tubuh manusia adalah bagian dari ALAM SEMESTA, yang merupakan bentuk Kekuasaan ALLAH - dalam konteks relasi ini kita dapat mengatakan bahwa secara fitrah tubuh kita manusia adalah SATU dengan ALAM SEMESTA. Sama-sama bentuk Kekuasaan ALLAH.

Tubuh manusia mengandung semua unsur ALAM SEMESTA FISIKA. Tiga fase materi : padat, cair dan gas serta energi ada pada tubuh manusia. Oleh karena itu marilah kita sadari bahwa :
“ Materi padat yang ada dalam tubuh adalah bagian dari Materi padat di seluruh ALAM SEMESTA, Air yang ada dalam tubuh adalah bagian dari air di seluruh ALAM SEMESTA, Udara yang ada dalam tubuh adalah bagian dari udara di seluruh ALAM SEMESTA dan Energi yang ada dalam tubuh adalah bagian dari Energi seluruh ALAM SEMESTA “.

ALAM SEMESTA sebagai bentuk Kekuasaan ALLAH pada garis besarnya terdiri dari Materi dan Energi. Materi sendiri terdiri dari berbagai senyawa molekul, senyawa molekul tersusun dari rangkaian atom-atam, atom-atom tersusun dari inti atom dan elektron, bila ditelusuri secara mendetail lagi, sebenarnya elektron, proton, netron juga tersusun dari partikel-partikel lebih kecil lagi yang dinamakan lepton dan quark. Tidak berhenti sampai disini ternyata lepton dan quark pun tersusun dari partikel lebih elementer lagi yang disebut dengan “super-string”. Dan “super-string” sendiri merupakan pilinan energi. Jadi sebenarnya ALAM SEMESTA FISIKA itu tersusun dari energi. Tubuh manusia yang juga merupakan bagian dari ALAM SEMESTA FISIKA tentunya juga tersusun dari energi. Jadi tubuh manusia dan ALAM SEMESTA sama-sama tersusun dari energi. Disinilah makan ke-“SATU”-an tubuh manusia dengan ALAM SEMESTA. Inilah sebuah fitrah bahwa kita dan ALAM SEMESTA itu SATU. “Bahwa senyawa molekul, unsur-unsur, atom-atom, elektron, proton dan netron, lepton dan quark, super string dan energi yang menyusun tubuh kita adalah senyawa molekul, unsur-unsur, atom-atom, elektron, proton dan netron, lepton dan quark, super string dan energi yang menyusun ALAM SEMESTA”.


Saudaraku, sekarang :

Tenangkan diri, hidupkan Kesadaran Murni, tegakkan Aku Sejati mu – Saksikan dengan mata batin – Rasakan ke-BENAR-an ini bahwa :

-
- AKU adalah bagian dari SEMESTA ALAM -
- AKU adalah SATU dengan SEMESTA ALAM –
- AKU SATU dengan SEMUA –
- SEMUA SATU dengan AKU –
- AKU adalah SEMUA dan SEMUA adalah AKU -


Cobalah untuk merasakan Ke-SATU-an ini dengan sebenar-benarnya hingga ke diri-an kita perlahan-lahan melebur ke-dalam ke-SATU-an semesta. Perlahan-lahan ego kita lenyap ditelan Kesadaran Semestaan. Kesadaran Murni perlahan menyatu dengan Kesadaran Universal.


Untuk latihan praktis, kita dapat mempraktekkan Es Mencair dalam Air sebagai berikut “ Seperti biasa tenanglah, hidupkan Kesadaran Murni, tegakkan aku sejati : bayangkan, renungkan, visualisasikan, rasakan bahwa diri kita adalah sebongkah es yang sedang mengapung di air yang tak terbatas jumlahnya, dan air tak terbatas itu adalah alam semesta. Visualisasikan perlahan-lahan es itu berubah menjadi air, terus berubah sampai seluruhnya mencair menjadi air. Dan air-nya es itu menyatu ke dalam air yang tak terbatas itu. Diri kita (es) akan melebur ke dalam ke-SATU-an air tak terbatas (ALAM SEMESTA) – kedirian kita lebur dalam kesemestaan, ke-ego-an kita lebur dalam ke-Universal-an.
Dengan Kesadaran yang baru saja Anda dapatkan – sekarang perhatikan ALAM SEMESTA dan saksikan, rasakan, dan alami bahwa

- AKU adalah bagian dari SEMESTA ALAM -
- AKU adalah SATU dengan SEMESTA ALAM –
- AKU SATU dengan SEMUA –
- SEMUA SATU dengan AKU –
- AKU adalah SEMUA dan SEMUA adalah AKU -